Rindu
Aku merindukan semua yang pernah hadir dalam hidupku, dan kutuliskan apa yang ada dalam pikiranku, ku kirim penuh ragu, pada setiap nomor yang ada di HaPe-ku. (Jember, Awal 2007).
Mabuk
(Pulang Pagi #1)
Hari sudah pagi,
Mentari tampak mulai bercahaya,
Aku baru pulang,
Tapi aku bahagia,
Karena dalam setiap kemabukkanku,
Aku masih selalu dapat mengingatmu Mey...
Jember, Januari 2007.
Pulang Pagi
aku baru pulang
keluyuran
mencoba membuang sunyi
meski sepi masih menyelimuti
mey...
andai kau ada disini
setidaknya aku tahu
seperti apa rasanya
bahagia....
Jember, Pebruari 2007.
Bintang Di Gelap Malam
Ada kalanya sang bintang
Nan jauh di angkasa malam
Gemerlapkan sebentuk jiwa
Getarkan rasa yang terlelap
Enyahkan sunyi yang sepi
Rindukan kembali sebuah asa
Sebuah asa...
Asa yang hilang dari jiwa
Bersama butir – butir bening kekecewaan
Asa yang terampas dari hidup
Retakkan bathin yang terkikis
Mungkinkah...
Engkau adalah bintang itu?!
Nyanyian cahaya di kelam malamku
Adakah kau ingin
Nikmati bahagia bersamaku
Tarikan bahagia sepanjang waktu
Indahkan hari – hari dengancinta dan kasih sayang
- dan aku masih akan tetap :
“Sabar Menanti” hadirmu,
Untukku -
Jember, 01 – 02 Pebruari 2007.
Pergi!!!
Mey...
Bisakah Kau pergi dari pikiranku?!
Dapatkah Kau keluar dari hati dan jiwaku?!
Mampukah Kau bawa kembali bayang – bayang diri-Mu dari hidupku?!
Tahukah Kau Mey...
Betapa bathinku tersiksa karena semua ini,
Betapa sulitnya menghadapi kenyataan hidup ini,
Pergilah Kau Mey!!
Pergi!!
Pergi!!
Biarkan aku sendiri.
Jember, 06 Pebruari 2007.
Sendiri
di saat sendiri,
kurasakan betapa berarti kehadiranmu untukku,
andaikan kau datang saat ini,
mungkin bisa terkurangi,
beban dalam pikiranku,
aku yang sedang sedih,
takut,
dan gelisah memikirkan hidupku selanjutnya.
Jember, 09 Pebruari 2007.
Gelisah
hatiku gelisah memikirkanmu...
secara sadar dan tak disadari,
aku telah memasuki ruang,
dimana aku pernah tersesat,
disana...
namun aku tak kuasa ‘tuk mengelak dari kenyataan...
KP129, 13 Pebruari 2007.
Happy Valentine
meski sepi merajam
sunyi menusuki
lara membekas
duka mengendap
masih kucoba ‘tuk katakan :
“Happy Valentine”
untukmu
yang entah berada
dimana
Jember, 14 Pebruari 2007.
Magic
Mey...
Apakah Kau tahu?!
Getar rasa dalam jiwaku
Inginkan Kau hadir disini
Cintailah aku Mey...
Jember, 14 Pebruari 2007.
Diam
dan tak ada lagi kata
yang mampu kuucapkan
‘tuk mewakili asa dan rasa yang tersimpan untukmu
hanya sepi tersisa
dalam relung jiwa
dalam hembusan nafas
pada setiap detik penantianku
menari bersama mimpi
tertawa bersama ilusi
bercumbu dalam imaji
yang kerap hadirkan senyummu
candamu
tatapmu
menusuk dan mencabik nurani yang kujaga
dan tak ada lagi kata yang bisa terucap untukmu Mey...
entah sampai kapan
atau kan tersimpan
selamanya....
Kaca Piring 129, 15 Pebruari 2007.
Jendela Hati
(Pulang Pagi #3 )
Untuk kesekian kalinya,
Aku pulang pagi,
Setelah letih menerpa diri,
Tapi tak ada pintu terbuka,
Hanya jendela yang tersisa,
Itu pun terlalu sempit,
Kulompati saja,
Daripada kedinginan di luar,
Tapi tiba – tiba,
Aku terhenyak,
Lalu termangu,
Ketika muncul bayangmu :
“Masihkah jendela hatimu terbuka untukku Mey?!
Setelah berkali – kali,
Kucoba ketuk pintu-Mu,
Yang tak jua terbuka”.
Jember, 1902070343.
Diam
aku
diam
dan
terdiam
karena
aku
tak
punya
jawaban
atas
pertanyaan
darimu
pagi
ini
(Jember, 26 Pebruari 2007)
Akhir Sebuah Perjalanan
Disini….
Di negeri pengasinganku,
Aku terhenti dan berhenti,
Dari perjalanan panjang hidupku,
Tak ada lagi kata,
Terucap penuh asa,
Tak ada lagi airmata,
Basahi dahagaku,
Tak ada lagi tangis,
Memecah sunyiku.
Di negeri pengasinganku ini,
Aku menyerah pada kematian,
Biar jiwaku tenang,
Biar tubuhku istirahat,
Takkan ada lagi luka,
Takkan ada lagi perih,
Takkan ada lagiderita,
Seperti saat nafas masih terhembus,
Dalam dada yang sesak.
Disini…
Saat ini…
Di negeri pengasinganku,
Saat gerimis mulai turun,
Satu – satu,
Kuucapkan selamat tinggal,
Untuk selamanya,
Pada ibunda tercinta,
Yang telah mengasihiku,
Ayoe sang malaikat,
Adhe si tuhan kecilku,
Dan bunga layuku, Melanie,
Juga pada semua yang pernah hadir dalam hidupku,
Maafkan semua salah dan dosaku,
Terima kasih semuanya….
…………………………...
…………………………...
- Selamat tinggal sobat,
Sampai jumpa di akhirat –
Dalam Gerimis, 06 Maret 2007.
Secawan Anggur,
Tenangkan Jiwaku Yang Gundah
Seiring luka yang ku derita
Seiring perih yang merintih
Kuteguk air kedamaian
Agar jiwaku tenang
Setenang air danau surgawi
Yang tak lagi mampu kuraih
Jember, 06 Maret 2007.
Perjalanan
Kawan…
Hari ini kutinggalkan tanah kelahiranku,
Kubawa semua kenangan indah bersama kalian,
Kutinggalkan semua duka,
Kan kucari bahagia,
Disana....
Randegan, 26032007.
Pernikahan
: De Setya
Pernikahanmu adalah penyatuan
Antara :
Kebencian yang membara
Dan
Cinta yang mengendap
Antara :
Rindu yang membiru
Dan
Dendam yang membakar
Antara :
Impian yang mimpi
Dan
Kenyataan yang nyata
Antara :
Imaji yang semakin meninggi
Dan
Fakta yang erat membelenggu
Tapi
Pernikahanmu adalah :
Garis batas yang memisahkan
Kau Aku
Aku Kau
Untuk selamanya
Jember, 4 – 8 April 2007.
Di Bawah Cahaya Purnama
Masih di bawah cahaya purnama yang kemarin,
Aku terpaku,
Menatap,
Sunyi,
Sendiri,
Melayangkan asa dan rasa,
Pada sekelebat bayang,
Yang sesekali melintas,
Di depan mata,
Sepi dan kosong,
Ketika dewi malam,
Menyapa,
Dalam bisu.
Gajah Mada, 03 Mei 2007 : 2135.
Bintang
Semoga aku bisa menemukan semua kebahagiaan bersamamu di dunia dan akherat, karena engkau adalah bintang yang bersinar terang, ketika purnama tak lagi bersinar di langit malamku.
JBR, 13072007:1055.
Rindu
Nduk...
Tahukah kamu?!
Betapa aku merindukanmu di setiap waktuku,
Betapa aku selalu ingin bersamamu setiap saat,
Betapa aku ingin kau berada di sisiku pada setiap sepiku,
Apakah kau juga merasakannya Sayang...
JBR, 13072007:1059.
R E V O L U S I
Biar tubuhku terpenjara,
Aku tak akan pernah perduli,
Sebab,
Jiwa dan pikiranku akan tetap bebas dan merdeka selamanya,
Karena,
Penjara tak akan pernah mampu mengurung jiwa dan pikiranku sampai kapanpun,
Berjuanglah Kawan!!!
Jangan pernah mundur setapak pun,
Satukan gumammu, menjadi :
R E V O L U S I
Jember, 16072007:1221.
A t h i è
Athiè-ku…
Sayangku...
Cintaku...
Engkau adalah setetes air bening,
di tengah padang gersangku,
Engkau adalah bintang terang,
berpijar di malam kelamku,
Engkau adalah madu,
di tengah kepahitan hidupku,
Aku ingin damai,
dalam pelukanmu,
Aku ingin tenang,
dalam dekapanmu,
Aku ingin menangis,
di atas pangkuanmu,
Agar hilang semua dukaku,
Agar lenyap segala deritaku,
Agar musnah seluruh lukaku,
Lepaskan semua beban hidupku,
Biarkan tawa mnenghiasi,
Sampai akhir...
JBR,07082007:0312.
Wajah Terasing
Inikah wajahku yang dulu?!
Wajah yang pernah aku kenal,
Entahlah…
Biarkan orang bicara…
BMS, 23082007:2240.
Sajak Rembulan
I.
lihatlah rembulan di langit, disana ada jawabannya...
II.
cobalah berpikir tentang bulan, tentang malam, lalu renungkan dan pikirkan baik – baik tentang arti hidup, makna hidup, maka akan kau temukan jawaban atas pertanyaanmu.
Jember, 23112007.