Saturday, November 3, 2018
Terimakasih Mantan Terindah
Hari ini, disaat tulisan ini dibuat, aku tahu tak ada rasa cinta lagi diantara kita, kita telah sama-sama melupakannya.
tak mengapa...
meski aku terus saja setia dengan kesendirian yang kau buat, bersama perginya kamu dan kebersamaan kita.
sejak saat itu, aku tak lagi kenal 'hubungan' yang dulu pernah sempat bermain di hari ku.
aku sendiri, bukan karena trauma masa lalu kita, juga bukan karena masih menunggumu.
hanya ada satu alasan mengapa aku masih saja asik dengan kesendirian.
Hanya karena cinta yang datang, tak seindah cinta yang pergi.
Bukan aku sesali kepergianmu, tapi aku sesali pertemuan itu.
Aku selalu berfikir, untuk apa kita dipertemukan, jika pada akhirnya kita dipisahkan ?
Jangan risau, abaikan rasa itu.
Aku telah melupakannya !
Aku telah melupakannya, bukan melupakanmu, juga bukan kenangan yang terkandung didalamnya, bukan !
semua rasa yang pernah bertahta di singgasana hatiku, yang sempat bersemayam hebat dan berakar kuat disana, yang kurasa itulah tempat ternyaman untukmu.
Hingga akhirnya kau temukan tempat ternyaman di pria lain pula.
memoriku terus berputar pada saat pertama kali kita kenal, mungkin kau telah melupakannya......
Semua kita lalui dengan kekonyolan.
Kau tak tampak garing dan lebih terbuka, denganmu aku merasa menjadi diriku yang seutuhnya.
tak ada yang aku tutup-tutupi.
semua kejadian hari ini, kemarin dan bahkan rencana besok pun ku ceritakan.
seolah kau menjadi pendengarku yang setia.
kau bisa menjadi adik,kakak, sahabat, tempat curhat, pacar untukku.
semua begitu indah, terlebih selera humor yang sama, kegilaan yang sama, membuat aku mampu tertawa lepas.
ditambah dengan kita yang tanpa gengsi makan dipinggir jalan, walau hanya makan nasi kucing.
takkan ada yang mampu menggantikan gilanya dirimu dihatiku. semua sikap yang kau tunjukkan membuat aku yakin kau pun mencintaiku dan takut kehilanganku.
Tapi dugaanku meleset, Hubungan kita mulai renggang, tanpa bertemu dan jarangnya komunikasi, kau seolah tak miliki waktu untukku, walau hanya sekedar mengucapkan 'hai'.
Aku kehilangan teman ngobrol, kita seolah orang asing yang tak saling kenal. sifatmu yang dulu hangat, kini mendingin, perubahan yang drastis, bahkan hanya untuk membalas pesanku pun jarang. aku mencoba bertahan, bersabar, dan mempelajari sifat barumu, sifat yang selalu dingin, acuh tak acuh, dan tak lagi ingin mendengar ceritaku seperti dulu.
kau bukan yang dulu, yang menjengkelkan, yang selalu membuatku kesal, yang selalu memberi kekuatan untukku.
kau yang kini jauh berbeda, bahkan bertolak belakang dengan yang ku kenal, membuat luka dihatiku, lalu menggoreskan ditempat yang sama.
komunikasi kita dihabiskan hanya untuk bertengkar, berdebat, lalu ujungnya kau meminta pisah.
aku yang masih memiliki rasa yang sama, berusaha memperjuangkannya, meski telah berapa kali kau mencoba menghancurkannya. aku gila !
Hingga saat-saat celaka itu tiba, kau hilang tanpa berita, kemana ?
aku sibuk mencarimu, menunggu dan terus menunggu.
sesekali aku menghubungi temen , sahabatmu
Yang ku dengar sebuah ungkapan yang melemahkan rasaku.
Kau, telah memiliki yang baru. hah permainan macam apa ini ?
Aku muak dengan sifatmu yang selalu meruntuhkan pertahananku. aku muak dengan semua pengharapan yang telah dibangun. akhirnya setelah 3 pekan kau abaikan, tanpa berita tanpa suara, aku memilih mundur.
Aku menyerah, karena kesabaran yang ku bina tak membuahkan apa-apa. untuk apa ?
Dalam hubungan yang dibutuhkan bukan hanya satu pejuang, sedangkan pihak lain sibuk menghancurkan.
Akhirnya aku memilih menyudahi semua, melalui pesan singkat yang kukirim untukmu.
tanpa balasan.
Aaahhh ya sudah lah...
Tak mengapa, itu hanya kenangan, mantan terindahku.
mungkin sempat bertanya dibenakmu, mengapa mantan terindah ? padahal kau terus saja menyakitiku.
dalam hubungan, menyakiti dan disakiti itu hal biasa, telah menjadi makanan pokok, dan itu selalu aku abaikan, yang selalu ku ingat adalah keindahan didalamnya yang pernah kita cipta. dan tak pernah ku dapat dari siapapun.
terimakasih mantan terindahku, semoga kita bisa saling bahagia, meski tak saling membahagiakan.
===========================
"Terimakasih Kalian...
Barisan Para Mantan...
Apa Kabarmu?!
Hari Ini Kamu Menyesal Kan?!"
Subscribe to:
Posts (Atom)