Namamu
Kadang......
Terlintas dalam benakku
Untuk pergi dari tubuhku
Mengejar sebentuk bayang dirimu
Yang terus hadir dalam hidupku
Tapi.......
Ada yang tak pernah bisa aku tinggalkan
Meski sesaat
Meski sejenak
Meski sekejap
Ya......
Hatiku yang terpendam dalam tubuhku
Tak pernah bisa aku tinggalkan
Walau sesaat
Walau sejenak
Walau sekejap
Karena......
Ia telah dipenuhi oleh
Namamu........
Saat Terkenang Perempuan Bunga.
Purwokerto, 03 April 2006.
Gerimis
Dan gerimis masih saja menerpa
Kemana pun kulangkahkan kaki
Membuatku semakin menggigil
Dalam kedinginan
Tanpa kuasa untukku melawan
Sementara....
Satu – persatu wajah – wajah perempuan itu
Melayang – layang dalam angan
Membawaku kembali dalam kerinduan
Menghanyutkanku dalam asa yang masai
Tapi...
Kerinduan tinggalah kerinduan
Asa tinggalah sisa – sisa
Hanya gerimis menemani
Perjalananku malam ini
- semoga kutemukan bahagia
di akhir perjalananku -
Akas Asri, 06 April 2006.
Kan Kusimpan Rinduku
Di sini…
Di kota ini
Kupendam dalam-dalam
Semua asa dan rasaku
Kusimpan rapi di sudut hati
Hingga arti tak lagi berarti
Jember, 15 April 2006.
Kesunyian Hidup
di sini…
di sudut kota ini
aku kembali terhempas dalam kesunyian jiwaku
tak ada lagi kawan
tuk menemaniku
tak ada lagi sahabat
tuk berbagi cerita
tak ada lagi kekasih
tempatku mengadu
di sini…
di rumah tua ini
tak ada seorangpun yang bisa kuajak bicara
semuanya sibuk dengan dirinya sendiri
dan…
aku sendiri
tanpamu kawan
aku sendiri
tanpamu sobat
dan aku masih sendiri
tanpa seorang kekasih
tapi…
aku bahagia…
karena masih selalu ada
kelebat bayangmu
menemani sunyiku
sayup lembut suaramu
menghibur sepiku
harapan tentangmu
membakar semangatku
untuk tetap melangkah dalam hening
mencari seberkas asa dan rasaku
yang pernah hilang di telan resah
yang pernah terkubur di balik gelisah
dan di sini…
kucoba tuk membangun kembali serpih-serpih jiwaku
yang tercecer diantara kepingan-kepingan hatiku
mengumpulkan kembali jejak-jejak langkahku
yang tenggelam di bawah tetes-tetes darahku
semoga…
Kaca Piring 129,
24-25 Mei 2006.
Gadis 127
Adinda:
Sebelum bayangmu hilang
Kubenamkan kau dalam – dalam
Pada mimpiku
Agar kau tetap bersemayam
Dalam jiwaku
Yang sunyi
Jember, 03 Juli 2006.
Tentang Cinta Dan Kerinduan
I.
Tahukah Kamu Mey.....
Tentang airmata yang terjatuh untukmu?!
Tentang jiwa yang merintih karenamu?!
Tentang hidup yang sepi tanpamu?!
Semoga Kau Tahu Sayang.....
II.
Mey.....
Aku rindu......
Tapi kini aku tak lagi bisa
Berdiri di sudut kampus
`tuk sekedar menatap wajah dan senyummu
Seperti dulu.....
Aku rindu Mey.....
Tahukah kamu Mey.....
Jember, Juli – Agustus 2006.
Rindu
I.
Aku terbangun dari tidurku
Dadaku semakin sesak
Tangisku semakin pilu
Dan rinduku pun semakin membatu
Dimanakah engkau Mey..?!!
Aku rindu....
Aku ingin bertemu.....
II.
Aku ingin engkau hadir kembali dalam mimpiku malam ini Mey....
Agar aku tenang dan merasakan kedamaian yang kuinginkan
Biarkan aku bahagia
Meski hanya mimpi...
III.
Aku ingin pulang dan sangat ingin pulang
Tapi mengapa setiap kali kuingat
Bungaku tak lagi di taman bunga
Seketika itu pula keinginanku untuk pulang
Hilang....
IV.
Dan semoga dalam perjalananku malam ini
Ia hadir dan menemani
Membawaku melintasi ruang dan waktu
Yang tak sempat kusinggahi
Maafkan jika aku mencintaimu Mey...
Jember, Agustus 2006.
Doa
tuhan....
mengapa tak kau kabulkan jua doaku
meski sudah berpuluh,
bahkan beratus kali,
kutenggelamkan diriku dalam sajadah sunyi ini
pada tiap 1/3 malam terakhirku
padahal pintaku sangat sederhana:
“yakinkan aku tuhan
dia bukan milikku
sadarkan aku tuhan
dia bukan milikku” *
Jember, 07 Agustus 2006.
* By. Nidji
Jalan Sunyi
I.
Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi
Mendendangkan lagu bisu
Sendiri di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata – kata
Cinta yang takkan kutemukan bentuknya
II.
Penjelasan cinta yang berkobar – kobar
Dengan sejuta kalimat tentang cinta
Takkan dapat menembus
Masa lalu yang kelam
Aku tak pernah tahu agungnya cinta
Dan aku pun tak pernah tahu
Mengapa aku harus lahir, bernafas dan dewasa
Selangit kutukku
Untuk kelahiranku,
Yang tak pernah kuharap.
Jember, 13 September 2006.
Ramadhan 2006
I.
Setiap langkah yang kulewati
Telah menggoreskan sajak – sajak luka
Pada lembaran kehidupanku,
Dan kalimat – kalimat luka itu pun
Harus ku akhiri
Dan Titik!!!
II.
Kadang.....
Penyesalan pun kerap hadir mewarnai hari – hariku
Berhiaskan ketakutan yang sangat hebat
Tapi apalah dayaku......
Semua telah terjadi,
Aku hanya tahu
Aku mencintainya sepenuh hatiku.
III.
Mengapa engkau harus resah?!
Sedang bulan dan bintang masih setia tuk bersinar
Pijarkan harapan
Terangi semesta raya, dari kegelapan sang malam
Jember, September – Oktober 2006.
Satu Titik
Ada sekelebat bayang menghilang
Kalaku sendiri disini
Mungkinkah asa itu kan kembali terlahir
Setelah lama berakhir?!
Hampa yang kutepis
Sepiku kini menipis
“Biarkan aku bahagia”, kataku
Tapi kau hanya tersenyum
Sedang angin tak lagi bertiup
Hanya gerimis terjatuh
Satu – satu
Menorehkan balada di atas pasir
Menggoreskan cerita di atas debu
Dan perlahan tapi pasti
Balada tentangmu
Cerita tentangku
Dihanyutkan oleh ribuan tetes gerimis
Yang menyatukan
Balada tentangmu
Cerita tentangku
Di lautan cinta yang luas
“Dan biarkan aku tetap bahagia”, teriakku
Saat biduk tertambat erat
Pada Satu Titik
Yang terakhir
Jember, 05 Oktober 206.
Sajak Hampir Pagi
Hari hampir pagi,
Tak terasa sudah pukul dua,
Aku terbangun dari tidur,
Teringat Melanie,
Seribu tanya mengendap,
Diantara reruntuhan jiwaku,
Mungkinkah.....?!
Jember, 13 Nopember 2006.
Pending
Aku SMS,
Seorang Kawan
Tanya sesuatu
Tak di balas
Jahat…
Jember, Nopember 2006.
Matahari Malam
Dari : Titik.
Kau-lah matahari malam yang betah menemaniku,
Menemani kata,
Hingga aku tetap bias menyala,
Di reman redup kata.
Akhir 2006.
Jangan Bawa Pergi Cintaku
Dari : Dewi.
Mungkin kau tak pernah tahu...
Pergimu...
Menoreh luka dihatiku,
Walau semua lara,
T’lah ku titip pada tetes hujan dan lembayung senja,
Tapi pedih masih terasa.
Bila boleh aku meminta...
Jangan bawa pergi cintaku,
Kar’na suatu hari nanti,
‘Kan ku titip ke lain hati.
Akhir 2006.