Sunday, September 21, 2008

Kumpulan Puisi dan Sajak 2008

Kepada Kawan

Kawan...
Sekarang aku gak tau harus berbuat apa...
Entah aku masih bisa bertahan atau tidak...
Kini semua tinggallah kenangan...
Tak ada lagi yang tersisa...

Jember, 08032008.140505.


Pupus

Dan akhirnya pupus sudah semua harapan yang ku bangun,
Aku kembali menyusuri jalan sepiku,
Sendiri,
Sampai akhir,
Tanpa siapa pun,

Maafkan aku Ibu...

Kaca Piring 129, 09032008.114443.



Takdirkah?!

Mungkin ini sudah takdir dan nasibku,
Tak ada yang abadi,
Semua pasti kan hilang musnah,
Tanpa terkecuali,
Biar kuhadapi semua ini,
Sendiri,
Tanpa siapapun...

Jember, 22032008.191252.



Perjalanan Pulang

Siang ini...
Kutinggalkan kota ini,
Tak lagi kupedulikan arah,
Biarkan angin membawaku pergi,
Tinggalkan semua mimpi dan harapan yang pernah ada,
Disini...

Jember - Malang, 28032008.



Harapan Baru

Pagi ini...
Mentari mulai bersinar lagi,
Itu berarti aku harus tersenyum kembali,
Walau hati ini menjerit,
Menangis,
Dan aku tak kuasa untuk menahannya.

Jember, 20042008.



Jika Aku Pulang

Kawan...
Jika aku pulang nanti,
Tak perlu kau siapkan upacara penyambutan untukku,
Karena aku bukanlah pahlawan untuk kalian,
Bahkan untuk diriku sendiri,
Aku adalah pengecut,
yang kalah melawan nasibku sendiri,
Aku adalah pengecut,
yang lari dari pertarungan jiwaku sendiri,
Dan aku...
Bukan siapa-siapa!!!

Jember, 27 April 2008.


ASA

Lihatlah rembulan malam ini,
Disana,
Ada asa dan rasa tersisa,
Tapi,
Masihkah aku mampu untuk menggapainya?!
Entahlah...

Randegan, 21052008.222148.



ASA-Ku
: Athie

Sadarlah...
Bahwa Engkau Adalah Asa-ku,
Jika Engkau Pergi,
Asa-ku Pun Pergi,
Dan Aku Jadi Tak Berarti,
Sadarlah Sayangku....
Bahwa Engkau Adalah Asa-ku...

Purwokerto, 27052008.



Athie

hari ini setahun yang lalu,
untuk pertama kalinya,
kuungkapkan perasaanku padamu,
sebuah awal,
yang kuharap kan berakhir indah,
sebuah awal,
yang kuharap kan berakhir bahagia,
sebuah awal,
dari kenyataan hidup yang baru,
sebuah awal,
dari harapan.

tapi...
kini aku tak tahu,
semua itu nyata atau mimpi,
entah siapa yang salah,
mungkin tuhan,
mungkin ibuku,
ataukah nasibku?!

yang pasti kamu selalu benar,
karena kau telah melebihi tuhan...

Purwokerto, 11062008.



Insomnia Lagi

Gak bisa tidur...
Selalu kepikiran kamu,
Selalu memikirkanmu,
Banyak pertanyaan tak terjawab,
Banyak hal belum terungkap,
Tolong aku sayang...

Randegan, 11072008.040154.



Tuhan

Tuhan,

Benarkah engkau menciptakan makhluk yang bernama perempuan untuk menyakiti dan menyiksaku?!

Jika tidak, mengapa aku harus selalu menderita karenanya?!

Purwokerto, 31072008.



Telaga Sunyi

Entah apa yang aku lakukan sekarang disini,
Semua melebur dalam hening malam ini,
Selaksa kesunyian hidup yang kualami,
Dalam gelap tanpa bintang,
Tanpa “cahaya yang bersinar di hati”,
Sementara gerimis terus menangis,
Tersayat cinta yang terakhir,
Seperti kisah Telaga Sunyi.

Telaga Sunyi, 24082008.



Kala Purnama Bersinar Kembali

Kawan...
Sungguh indah purnama malam ini,
Tapi aku sedih...
Karena purnama mengingatkanku tentang seseorang,
Seseorang yang tak lagi ada disini,
Tak lagi menemaniku menikmati bulan purnama,
Semoga dia melihat purnama malam ini,
Dan mengingat sekejap perjalanan waktu yang terlewat,
Semoga...

Randegan, 16092008.



N a s i b

P e d i h . . .
P e r i h . . .
L i r i h . . .
M e r i n t i h . . .
H i n g g a ,
M e m u t i h . . .

MATI!!!

Purwokerto, 24092008.0339.



Arti Hidup

dulu,
hidupku tak punya arti,
karenamu jadi berarti,
jika kau pergi,
aku pun mati.

Jatibarang, 02102008.



Secangkir Teh Dari Negeri Poci

dulu,
secangkir teh yang kau hidangkan,
untukku,
begitu manis,
begitu berjuta rasa,
meski tawar tanpa gula batu,

tapi kini,
secangkir teh yang kau hidangkan,
untukku,
terasa hambar,
meski ku;ihat banyak gula mengendap,
“oya...
aku tau!!!
pasti kau lupa mengaduknya dengan cinta yah?!”

semoga,
saat aku kembali ke negeri poci nanti,
kau hidangkan untukku,
secangkir teh,
yang penuh dengan cinta,
dan kasih sayang darimu.

Balaradin, 04102008



Mata Air Mata


Jika,
Kau adalah mata air,
Aku-lah air mata,

Jika,
Mata air telah kering,
Biarkan air mata membasahi,
Agar mata air tersenyum,
Dan air mata tak sia-sia.

Randegan, 07102008.1032.